Selasa, 31 Maret 2020

"Tutorial penginstallan BIND 9 dan konfigurasi DHCP Server"


Cara Install dan Konfigurasi DNS Server (bind9) di Debian 9

Cara Install dan Konfigurasi DNS Server (bind9) di Debian 9

Domain Name System (DNS) mendistribusikan sistem database yang digunakan untuk mencari nama komputer (resolusi nama) di jaringan prinsip mengunakan TCP / IP (Transmission Control Protocol / Internet Protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke net (Internet) seperti program aplikasi atau email, dimana DNS membantu memetakan nama host komputer ke alamat IP. Selain digunakan di Internet, DNS juga dapat diimplementasikan ke jaringan pribadi atau jaringan komputer.

Sebelum kalian melanjutkan ini kalian harus sudah terinstall beberapa fitur aplikasi debian dan paham apa itu debian ? dibawah ini :
  1. Cara Menginstall Apache di Debian 9
  2. Install virtualbox dan Membuat Virtual Machine
  3. Perintah Dasar Linux
  4. Konfiguration DNS on Debian 8.6
Tahapan Install dan Konfigurasi DNS Server di Debian 9 sebagai berikut :
  1. Install paket-paket yang dibutuhkan DNS Server. Cek apakah paket2 ini sudah terinstall di komputer Anda, yaitu bind-utils, bind-libs, bindchroot, dan ypbind also caching-nameserver. Jika Belum, mintalah berkas-berkas aturan. Dibutuhkan untuk instalasi.

    $ sudo apt install bind9-*

  2. Nanti kalian jika menggunakan akses repo local DVD maka kalian akan Mount dvd iso yang diminta apabila dvd binary -1 yang diminta silahkan mount dvd iso tersebut Kalau sudah , silahkan mout dvd binary-2 dulu untuk instalasi paket DNS.

  3. Lalu kita pindah ke directory bind9 atau file konfigurasi bind9 dengan perintah:

    $ sudo cd /etc/bind/
  4. Lalu kita konfigurasi named.conf.default-zones dengan perintah:

    $ sudo nano named.conf.default-zones



    ukktkj.web.id (adalah nama domain)
    /etc/bind/db.zone (tempat file untuk domain tersebut)
    178.202.10.in-addr.arpa (ip server yang diambil 3 biner saja dan ditulis dari belakang)
    /etc/bind/db.10 (tempat file untuk ip server yang berkaitan dengan domain)
    Jika sudah save dengan ctrl+x y.
  5. Lalu kita copy file db.local dan db.127 untuk membuat zone.

    $ cp db.local db.zone
    $ cp db.127 db.10
  6. Setelah itu kita konfigurasi db.zone seperti dibawah ini :


  7. Lalu kita test menggunakan nslookup maka akan tampilan seperti dibawah ini:


Mudah bukan ? kalau kalian kepo atau masih ada kesulitan kalian bisa komentar atau hubungi saya di contact atau About disitu aja link email saya. dan ini adalah cara cepat installasi bind9 dalam waktu 2 menit. Semoga Bermanfaat.

Cara mudah instal dan konfigurasi dhcp server pada linux debian untuk pemula: lengkap


Di artikel sebelumnya saya sudah menguraikan sebuah artikel bagaimana cara instal dan konfigurasi samba server di debian, masih tentang debian kali ini akan saya uraikan bagaimana Cara mudah instal dan konfigurasi dhcp server pada linux debian untuk pemula: lengkap -

Debian merupakan sistem operasi berbasis linux yang cukup banyak digunakan sampai saat ini, alasannya karena sistem operasi debian dianggap sistem operasi yang paling aman dan stabil, ditambah lagi debian sudah banyak menyediakan paket aplikasi server yang dapat mendukung kinerja server debian.

Salah satu paket aplikasi server yang cukup penting dan sudah tersedia di debian adalah dhcp server, dhcp (Dynamic Configuration Protocol) merupakan protokol komunikasi yang dapat memberikan layanan ip address secara otomatis kepada setiap client yang terkoneksi dengan server.

Sebuah server memang perlu mengaktifkan dhcp agar dapat mempermudah kerja server administrator, karena dengan mengaktifkan dhcp di mesin server, maka setiap mesin atau komputer client yang terhubung dengan server di dalam jaringan tidak perlu lagi melakukan seting ip address secara manual, cukup menyeting ip address otomatis, maka ip address akan langsung diberikan oleh server sehingga client bisa terhubung.

Konfigurasi dhcp server debian


DHCP server di linux debian sebenarnya tidak otomatis aktif secara default, namun harus diinstal dan dikonfigurasi secara manual/otomatis. Untuk melakukan konfigurasi dhcp server di linux debian baik itu debian 6, debian 7 maupun debian 8 ataupun varian linux yang lainnya sebenarnya tidak jauh berbeda,  biasanya hanya diperlukan beberapa langkah saja.

Tapi sayangnya terkadang untuk pemula ketika melakukan instalasi dan konfigurasi dhcp-server terutama yang menggunakan basis text atau CLI, sering mengalami kendala, ini karena banyak sekali para pemula yang belum memahami sepenuhnya bagaimana cara mengoperasikan linux debian, terutama ketika berhubungan dengan script atau perintah linux itu sendiri.

Cara mudah instal dan konfigurasi dhcp server pada linux debian untuk pemula

Untuk mengaktifkan dhcp server di linux debian server caranya cukup mudah, langkah-langkah yang harus anda tempuh cukup 4 langkah saja yaitu:

  1. Seting IP Address jaringan
  2. Menginstal DHCP server
  3. Konfigurasi DHCP server
  4. Restart Jaringan / networking dan DHCP-server

Langkah #1 : Seting IP Address jaringan

Langkah pertama yang harus anda lakukan sebelum melakukan instalasi dan konfigurasi dhcp server adalah melakukan konfigurasi ip address debian.

Langkah ini perlu dilakukan jika di server debian anda belum melakukan konfigurasi ip address.

Untuk setting ip address di debian langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

a. Aktifkan server debian anda

b. Masuk sebagai super user (saya yakin anda sudah tau caranya)

c. Edit file konfigurasi untuk mengatur ip address dengan mengetikan perintah berikut:
  nano  /etc/network/interfaces 
Lalu seting ip address untuk server debian anda, misalnya ip address yang akan digunakan adalah kelas C yaitu 192.168.10.1 (silahkan sesuaikan), seperti contoh di bawah ini:

 # This file describes the network interfaces available on your system
# and how to activate them. For more information, see interfaces(5).

# The loopback network interface
auto lo
iface lo inet loopback

# The primary network interface
auto eth0
iface eth0 inet static
        address 192.168.10.1
        netmask 255.255.255.0
        network 192.168.10.0
        broadcast 192.168.10.255
        gateway 192.168.10.1

Simpan pengaturan dengan menekan tombol keyboard CTRL + X lalu menekan tombol Y kemudian enter.

Langkah #2 : Instal Paket Aplikasi DHCP Server

Langkah kedua setelah anda melakukan konfiggurasi ip address, yaitu menginstal paket aplikasi dhcp server.

Paket aplikasi dhcp server terdapat di DVD 2 instalasi debian. sebelum melakukan instalasi, pastikan bahwa sumber instalasi dvd2 sudah terdaftar di repository sistem debian.

Untuk memastikannya, silahkan cek dengan menggunakan perintah berikut:
 nano  /etc/apt/sources.list

Jika anda melihat tulisan  seperti di bawah ini:
 deb cdrom:[Debian GNU/Linux 8.5.0 _Jessie_ - Official amd64 DVD Binary-2 201606$

Itu artinya sumber instalasi dvd 2 untuk menginstal dhcp-server sudah terdaftar di repository sistem debian anda.

Kok Tidak ada ?
Jika belum anda harus memasukan sumber instalasi dvd 2 ke daftar repository sistem debian dengan langkah-langkah sebagai berikut:

a. Masukan DVD 2 ke CDROM

b. Ketikan perintah   apt-cdrom add   lalu enter

c. Ketikan lagi perintah  apt-get update , lalu enter

Langkah di atas harus dilakukan, jika tidak, maka ketika melakukan instalasi akan keluar error

E: Unable to locate package .....

Jika anda tidak punya DVD2 debian, maka anda bisa mencoba menggunakan repository online, namun mesin server debian anda harus sudah konek internet.

Untuk menggunakan repository online, caranya bisa dibaca di artikel sebelumnya tentang
 Mengatasi Error Unable to locate package debian

Lakukan Instalasi DHCP Server pada linux Debian

Saya anggap langkah di atas sudah anda lakukan, langkah selanjutnya adalah melakukan instalasi dhcp server, caranya adalah dengan mengetikan perintah di bawah ini:

  apt-get install  isc-dhcp-server 

Tunggu hingga proses instalasi selesai., kurang lebih hasil proses instalasinya akan terlihat seperti gambar di bawah ini:

instal dhcp server debian

Langkah #3 : Lakukan Konfigurasi file DHCP-Server

Agar DHCP server bisa aktif dan berjalan dengan baik, maka setelah proses instalasi langkah selanjutnya adalah melakukan konfigurasi dhcp-server.

Konfigurasi dhcp server dilakukan terhadap 2 file yaitu :
  1. file dhcpd.conf yang terletak di directory /ect/dhcp/dhcpd.conf 
  2. file isc-dhcp-server yang letaknya di directory /etc/default/isc-dhcp-server

Langkah-langkah untuk melakukan konfigurasi dhcp adalah sebagai berikut:
Ketikan perintah berikut:
 nano /etc/dhcp/dhcp.conf

Lalu cari teks # A slightly ...., kemudian hilangkan semua tanda # di bawah tulisan tersebut dari mulai tulisan #subnet sampai tanda #}.

Kemudian edit sesuaikan dengan IP address server debian anda (contoh pada langkah #1 di atas saya menggunakan ip address 192.168.10.1), maka untuk konfigurasi di dhcp, kurang lebih akan terlihat seperti gambar di bawah ini:

konfigurasi dhcp server debian

Silahkan sesuaikan dengan IP address yang anda gunakan di server debian anda.

Jika sudah, silahkan simpan konfigurasi dhcp and dengan cara tekan CTRL+X laly tekan tombol Y kemudian enter.

Langkah berikutnya adalah melakukan konfigurasi file isc-dhcp-server, caranya ketikan perintah berikut

nano  /etc/default/isc-dhcp-server

Scroll ke bawah dengan menekan tombol keyboard panah bawah, sampai anda menemukan teks berluliskan INTERFACES=" ", lalu ubah isinya menjadi eth0 (karena kartu jaringan yang saya gunakan adalah eth0 sesuai dengan konfigurasi ip address pada langkah #1 sebelumnya)

Akan terlihat seperti gambar di bawah ini:

Konfigurasi dhcp server debian

Silahkan sesuaikan dengan jaringan anda.

Setelah itu simpan konfigurasi dengan menekan tombol CTRL+X lalu tekan Y kemudian enter.

Langkah #4 : Restart Jaringan dan juga DHCP Server.

Setelah selesai melakukan konfigurasi, langkah selanjunya adalah merestart jaringan anda dan juga dhcp server, langkahnya adalah dengan mengetikan perintah di bawah ini:

Restart jaringan
 /etc/init.d/networking  restart 

Restart dhcp server
 /etc/init.d/isc-dhcp-server  restart 

Maka jika berhasil, hasilnya akan terlihat seperti gambar di bawah ini:


Sampai langkah di atas anda sudah berhasil melakukan instalasi dan juga konfigurasi DHCP server di mesin server debian anda.

Namun Terkadang ketika melakukan restart isc-dhcp-server suka muncul error FAILED...!,, itu biasanya anda kesalahan ketika melakukan konfigurasi dhcp pada file dhcpd.conf.

Silahkan sesuaikan dengan ip address yang anda gunakan, hati-hati salah menentukan networking dan broadcast address.

Cara test DHCP di komputer client

Client dengan sistem operasi Linux:
Jika komputer client anda mengunakan linux, maka pada konfigurasi ip address linux (lihat kembali langkah #1 sebelumnya). ketikan perintah berikut:

 auto eth0
iface eth0 inet dhcp

Client dengan sistem operasi Windows
1. Buka pengaturan jaringan (anda pasti sudah tau caranya)

2. lalu lakukan pengaturan seperti di bawah ini:

konfigurasi ip address dhcp client window

3. Silahkan cek dengan cara melakukan ping ke alamat server
 ping ipserver (untuk kasus saya yaitu, ping 192.168.10.1)


Jika hasilnya reply maka koneksi berhasil.

Itulah artikel lengkap tentang bagaimana Cara mudah instal dan konfigurasi dhcp server pada linux debian untuk pemula: lengkap, semoga dengan mengikuti langkah-langkah pada artikel di atas anda juga bisa melakukan konfigurasi dhcp server di komputer debian anda.

Sabtu, 28 Maret 2020

MATERI SISTEM OPERASI JARINGAN




A.Sistem operasi jaringan (Inggrisnetwork operating system) adalah sebuah jenis sistem operasi yang ditujukan untuk menangani jaringan. Umumnya, sistem operasi ini terdiri atas banyak layanan atau service yang ditujukan untuk melayani pengguna, seperti layanan berbagi berkaslayanan berbagi alat pencetak (printer)DNS ServiceHTTP Service, dan lain sebagainya. Istilah ini populer pada akhir dekade 1980-an hingga awal dekade 1990-an.
  1. Menyediakan fungsi khusus untuk:
    • Menghubungkan sejumlah komputer dan perangkat lainnya ke sebuah jaringan
    • Mengelola sumber daya jaringan
    • Menyediakan layanan
    • Menyediakan keamanan jaringan bagi multiple users
  2. Sistem operasi oleh jaringan client/server yang umum digunakan: Windows NT Server family (Windows Server 2000 dan 2003), Novel NetWare, dan Unix/Linux
  3. Windows 98, Windows 2000 professional Windows XP profossional, dan Windows NT Workstation tidak digunakan oleh server, tetapi dapat digunakan untuk menyediakan sumber daya untuk jaringan, seperti dapat mengakses file dan printer
Beberapa sistem operasi jaringan yang umum dijumpai adalah sebagai berikut:

Sistem Operasi JaringanSunting




Jenis - Jenis Sistem Operasi JaringanSunting

  1. UNIX
    • Multiuser dan multitasking operating system
    • Dibuat di Bell Laboratories awal tahun 1970an
    • Tidak user friendly
    • Dapat menangani pemrosesan yang besar sekaligus menyediakan layanan internet seperti web server, FTP server, terminal emulation (telnet), akses database, dan Network File System (NFS) yang mengijinkan client dengan sistem operasi yang berbeda untuk mengakses file yang disimpan di komputer yang menggunakan sistem operasi LINUX
    • Trademark dari UNIX sekarang dipegang oleh the Open Group.
  2. Novell Netware
    • Dahulu digunakan sebagai LAN-based network operating system
    • Dibuat oleh Novell, Inc.
    • Banyak digunakan pada awal sampai pertengahan tahun 1990-an
    • Konsep: pembagian disk space dan printer
    • Pengembangan
    1. File sharing: layanan modul file, pencarian lokasi fisik dilakukan di server
    2. Caching: meng-caching file yang sedang aktif
    3. Netware Core Protocol (NTP) lebih efektif: tidak perlu ada acknewledgement untuk setiap permintaan atau data yang dikirim
    4. Pelayanan selain file dan printer sharing seperti web, email, database, TCP/IP, IPX, dll.
  3. OS/2
    • 32-bit operating system yang dibuat IBM dan Microsoft, tetapi sekarang dikelola hanya oleh IBM
    • Mirip seperti windows tetapi mempuyai feature yang dimiliki oleh Linux dan Xenix
    • Pengguna akan dihentikan diakhir tahun 2006
    • IBM menggunakan Linux dan keluarga Windows
  4. Windows NT
    • Dibuat oleh Microsoft sbagai kelanjutan dari OS/2 versi mereka
    • Versi dan keluarga Windows NT:
    1. Windows NT 3.51
    2. Windows 2000 (NT 5.0)
    3. Windows 2000 Professional (workstation version)
    4. Windows 2000 Server
    5. Windows 2000 Advanced Server
    6. Windows 2000 Datacenter Server
    7. Windows Server 2003
    8. Windows XP  

B.Kebutuhan Hardware (Perangkat Keras) jaringan komputer

Hardware adalah perangkat keras yang dimilki oleh sebuah sistem komputer, sedangkan hardware jaringan komputer adalah perangkat keras yang berfungsi untuk menghubungkan komputer yang satu dengan komputer lainnya dalam sebuah jaringanyang bertujuan untuk berbagi data, informasi dan peralatan lainnya perangkat ini bersifat fisik atau terlihat wujudnya.

Harware yang dibutuhkan untuk jaringan komputer adalah sebagai berikut:

1.Modem

Modem digunakan oleh jaringan agar jaringan bisa terhubung dengan internet

2. NIC (Network Internet Card) atau kartu jaringan

NIC adalah sebuah hardware untuk mendukung jaringan komputer yang berfungsi untuk menghubungkan komputer yang satu dengan komputer lainnya, bentuk NIC berupa kepingan komponen yang bisa di bongkar pasang pada slot PCI atau slot PCIE yang terdapat di main board komputer.

Pada NIC terdapat sebuah port khusus biasanya berupa port RJ 45 yang digunakan untuk menghubungkan komputer yang satu dengan komputer lainnya menggunakan Konektor RJ 45 dan kabel UTP, untuk beberapa NIC juga dilengkapi dengan Komponen Wireless.

3. HUB

Hub merupakan perangkat keras jaringan yang dapat digunakan sebagai terminal port untuk menghubungkan komputer dalam jaringan, HUB biasanya memiliki banyak port RJ45, jumlah port dalam sebuah Hub minimal 4 port. setiap komputer agar saling terhubung satu sama lain dalam jaringan biasanya menggunakan HUB.

4. Kabel UTP

Kabel UTP adalah kabel jaringan dengan 8 kabel warna-warni didalamnya, untuk menghubungkan komputer satu dengan lainnya dalam jaringan biasanya menggunakan kabel UTP yang sudah dihubungkan dengan konektor RJ 45,

5. Konektor RJ 45

adalah konektor yang digunakan untuk menghubungkan kabel RJ 45, konektor RJ 45 semacam ject yang memiliki 4 pin didalamnya.

6. Bridge

Bridge digunakan untuk menghubungan antar jaringan yang mempunyai protokol yang sama. Hasil akhirnya adalah jaringan logis tunggal. Bridge juga dapat digunakan jaringan yang mempunyai media fisik yang berbeda.
Contoh:
menghubungkan jaringan yang menggunakan fiber optik dengan jaringan yang menggunakan coacial.
Bridge mempelajari alamat tujuan lalulintas yang melewatinya dan mengarahkan ke tujuan. Juga digunakan untuk menyekat jaringan. Jika jaringan diperlambat dengan adanya lalulintas yang penuh maka jaringan dapat dibagi menjadi dua kesatuan yang lebih kecil.


7. Swich

Merupakan pengembangan dari konsep Bridge. Ada dua arsitektur dasar yang digunakan pada switch, yaitu cut-through dan store and forward. Switch cut-through mempunyai kelebihan di sisi kecepatan karena ketika sebuah paket datang, switch hanya memperhatikan alamat tujuan sebelum diteruskan ke segmen tijuannya, sedangkan switch store and forward merupakan kebalikannya. Switch ini menerima dan memeriksa seluruh isi paket sebelum meneruskannya ke tujuan dan untuk memeriksa satu paket merlukan waktu, tetapi proses ini memungkinkan switch mengetahui adanya kerusakan pada paket data dan mencegahnya agar tidak mengganggu jaringan.

Cluster Control Unit

Cluster Control Unit membangun hubungan antara terminal yang dikendalikannya dengan perlatan-peralatan dan jaringan. Alat ini memungkinkan beberapa terminal berbagi satu printer atau mengakses beberapa komputer melalui jaringan yang bebeda. Cluster Control Unit dapat pula mengerjakan pemeriksaan kesalahan dan pengubahan kode.

8. Front - end Processor

Front-end Processor menangani lalulintas Jaringan komputer yang masuk dan keluar dari host komputer. Kedua komputer tersebut dapat merupakan jenis apapun, tetapi configurasi yang umum terdiri dari sejenis komputer mini khusus yang berfungsi sebagai front-end processor dan sebuah mainframe yang menjadi host.
Front-end Processor berfungsi sebagai unit input dari host dengan mengumpuklkan pesan-pesan yang masuk dan menyiapkan data bagi host. Front-end Processor juga berfungsi sebagai unit output dari host dengan menerima pesan-pesan untuk transmisi ke terminal.

Walau kecepatan transmisi antara saluran dan front end Processor relatif lambat ( dalam banyak kasus bit-bit ditransmisikan secara serial ) kecepatan tarnsmisi front-end processor dengan host dapat berlangsung secara cepat ( beberapa bit ditransmisikan secara paralel).

Sebagian front-end processor melakukan message switching dengan mengatur rute (routing) pesan dari suatu terminal ke yang lain tanpa melibatkan host. Jika karena suatu hal terminal penerima tidak dapat menerima pesan (mungkin sedangan digunakan atau rusak) front-end processor dapat menyimpan pesan tersebut dalam penyimpanan sekunder dan mengirimkannya nanti. Kemampuan ini disebut simpan dan teruskan (store and forward).
  
C.Alat Input atau alat masukkan



       Alat Input/alat masukan adalah Alat yang fungsinya untuk memberi data atau perintah ke dalam komputer dari luar sistem yaitu hardwarenya sendiri agar menghasilkan informasi yang diperlukan untuk komputer.
    Contoh alat input:

1. Mouse



      Untuk menggerakkan dan menekan kursor/berbentuk panah pada monitor agar bisa digunakan untuk memilih objek.

2. Keyboard



       Berbentuk papan panjang yang terdiri dari tombol angka, huruf, dan tombol lainnya untuk memasukkan data dari tombol tersebut ke dalam komputer.

3. Scanner



       Bentuknya persegi panjang yang bisa dibuka tutup untuk memasukkan gambar dari luar komputer ke dalam komputer untuk diproses dan dilihat di monitor.


B. Alat Output atau Alat Keluaran

    Kebalikan dari alat input, yaitu Alat untuk mengeluarkan data atau informasi yang diperlukan dari dalam komputer.

Contoh alat Output :
1. Monitor



       Berbentuk layar seperti televisi namun lebih kecil, untuk
Menampilkan gambar yang diproses di dalam komputer agar bisa dilihat.

2. Printer



       Untuk mencetak gambar dari monitor agar bisa dilihat secara langsung dalam bentuk kertas.

3. Speaker



       Untuk memproses suara dalam komputer lalu dikeluarkan melalui speaker agar bisa didengar.

4. Proyektor



      Untuk menampilkan gambar dari monitor dengan memakai cahaya. Biasanya gambar yang ditampilkan dengan alat ini lebih besar 4 X lipat dari ukuran monitor aslinya.

C. Alat Proses
       Suatu Alat untuk memproses atau mengolah data komputer.

1. Processor



      Disebut juga sebagai otak komputer bentuknya persegi berukuran kecil untuk memproses data atau informasi yang diterima dari proses input.

2. RAM ( Random Access Memory )



   Bentuknya persegi panjang dengan emas dibagian bawah fungsinya untuk media penyimpanan sementara, maksudnya untuk memproses beberapa data dari aplikasi atau sistem operasi yang dijalankan sehingga memerlukan penyimpanan, berbeda dengan harddisk dan Flashdisk karena tidak bersifat sementara.

3. VGA Card



       Untuk mengubah sinyal digital komputer menjadi gambar pada monitor. Dengan alat ini gambar yang dihasilkan jadi lebih baik, biasanya digunakan untuk bermain game dengan kualitas gambar yang baik.



D. Alat Penyimpanan
       Dari namanya saja Sudah jelas, fungsinya untuk menyimpan data yang diperlukan.

1. Flashdisk



       Alat yang sering digunakan digunakan karena bentuknya yang kecil dan mudah dibawa kemana-mana. Cara menggunakannya pun Cukup mudah taitu colokkan saja pada usb komputer atau laptop, Kapasitasnya pun berbeda-beda dari sedikit hingga tinggi biasanya 2GB, 4GB, 8GB, 16GB sampai 256GB.
  
2. Harddisk



       Lebih besar dari Flashdisk, Berbentuk Persegi panjang didalamnya berisi kepingan kaset yang jika beroperasi akan memutar, jika disesuaikan dengan kapasitasnya harganya lebih murah dari Flashdisk karena bentuknya lebih besar dari Flashdisk. Ada 2 jenis yaitu harddisk internal dan eksternal, harddisk internal lebih murah daripada harddisk eksternal karena berada di dalam casing Komputer atau laptop. Biasanya berkapasitas 160, 320, 500, hingga 2000 GB.

3. CD ( Compact Disc )



       Berbentuk piringan yang bulat dari palstik untuk dimasukkan kedalam cd rom drive lalu diproses komputer.
 Biasanya isi kapasitasnya 700MB.

4. DVD ( Digital Versatile Disc )



      Sama dengan CD perbedaannya hanya kapasitas yang lebih besar dari CD yaitu lebih dari 700MB.



Soal berserta jawabannya

1.apa yg dimaksud dengan Sistem operasi jaringan ?
Jawaban :adalah sebuah jenis sistem operasi yang ditujukan untuk menangani jaringan.
2.apa yg dimaksud dgn VGA CARD?
Jawaban: adalah Untuk mengubah sinyal digital komputer menjadi gambar pada m
3. Apa kepanjangan dari RAM?
Jawaban:  Random Access Memory
4. Sebutkan jenis jenis sistem Operasi jaringan?
Jawaban: -unix,-Novell Netware,-OS/2,-Windows NT,-
5. Apa itu flashdisk?
Jawaban: Alat yang sering digunakan digunakan karena bentuknya yang kecil dan mudah dibawa kemana-mana.  Cara menggunakannya pun Cukup mudah taitu colokkan saja pada usb komputer atau laptop, Kapasitasnya pun berbeda-beda dari sedikit hingga tinggi biasanya 2GB, 4GB, 8GB, 16GB sampai 256GB.
6. Apa fungsi dari printer?
Jawaban :Untuk mencetak gambar dari monitor agar bisa dilihat secara langsung dalam bentuk kertas.
7. Apa itu hardware
Jawab:Hardware adalah perangkat keras yang dimilki oleh sebuah sistem komputer.
8.apa yg dimaksd dgn hub?
Jawab : Hub merupakan perangkat keras jaringan yang dapat digunakan sebagai terminal port untuk menghubungkan komputer dalam

9. apa yg dimaksd dgn modem? 

Jawab:Modem digunakan oleh jaringan agar jaringan bisa terhubung dengan internet

10. Apa itu keyboard?
Jawab : Berbentuk papan panjang yang terdiri dari tombol angka, huruf, dan tombol lainnya untuk memasukkan data dari tombol tersebut ke dalam komputer.