Kamis, 09 April 2020

MATERI NAT PADA JARINGAN.

Tutorial Cara Konfigurasi Static NAT di Cisco Packet Tracer (Mapel TKJ)

Halo sobat semua, selamat datang di GO-BLOGGER. Pada artikel kali ini, saya ingin membagikan sedikit tutorial yaitu Cara Konfigurasi Static NAT di Cisco Packet Tracer. Saya membuat artikel ini karena dulu saya jurusan TKJ dan kebetulan pernah diberi tugas untuk Konfigurasi Static NAT di Cisco Packet Tracer. Oke, tanpa lama-lama langsung simak tutorialnya sampai selesai.

Tutorial Cara Konfigurasi Static NAT di Cisco Packet Tracer 

Tutorial Cara Konfigurasi Static NAT di Cisco Packet Tracer (Mapel TKJ)
Pertama-tama, kita harus membuat topologi terlebih dahulu, dan kali ini saya meng-konfigurasi dengan menggunakan topologi yang berbeda dan bisa dilihat di atas IP PC, Server dan setiap interface yang terhubung dengan router (switch tidak menggunakan IP jadi tidak perlu di konfig). Intinya dari setiap konfigurasi yang akan kita jalankan semua sesuai dengan topologi di atas.


Men-Setting IP

 1. Setelah membuat topologinya, kita akan lanjut dengan mengatur IP Address secara static (manual) baik itu PC, Server, maupun interface setiap router.

• Konfigurasi IP Address PC0, jika kita telah menentukan IP berapa yang akan kita gunakan untuk interface router0 yang terhubung oleh switch dan dimana switch ini terhubung langsung oleh PC0 (contoh topologi di atas IP router0 11.11.11.1), maka kita tetapkan IP Address PC0 11.11.11.2, karena kita gunakan /24 maka kita masukkan subnetmask nya 255.255.255.0 dan isikan gatewaynya dengan ip interface router yang terhubung oleh switch dimana switch ini terhubung langsung oleh PC0 ini.
IP address PC0 = 11.11.11.2, gateway=11.11.11.1

• Konfigurasi IP Address PC1, Setelah itu beri IP Address PC1 11.11.11.3 dan beri subnetmasknya PC1 255.255.255.0. Gatewaynya diisi IP router0 11.11.11.1
IP address PC1 = 11.11.11.3, gateway=11.11.11.1

• Konfigurasi IP Address Server, jika kita telah menentukan ip berapa yang akan kita gunakan untuk interface router1 yang terhubung langsung oleh server (contoh topologi IP router1 di atas 13.13.13.1), maka kita tetapkan IP Address servernya 13.13.13.2, karena kita gunakan /24 maka kita masukkan subnetmasknya 255.255.255.0 dan isikan gatewaynya dengan ip interface router1 yang terhubung langsung oleh server.
IP server0 = 13.13.13.2, gateway=13.13.13.1

• Pertama kita akan kofigurasi IP address di interface setiap router yang terhubung pada router0. pertama kita akan masuk kedalam interface yang ingin kita konfigurasi IP nya, setelah masuk kita ketikkan ip addressnya seperti gambar di bawah ini (ip add (ip addressnya) (subnetmasknya)), lalu kita ketikkan perintah no shut supaya interface yang kita atur aktif (dilihat dari topologi diatas dapat kita simpulkan bahwa kita akan mengkonfigurasi 2 interface, contoh seperti gambar dibawah ini).

• Kedua kita akan kofigurasi ip address pada router1. pertama kita akan masuk kedalam interface yang ingin kita konfigurasi ip nya, setelah masuk kita ketikkan ip addressnya, aturan pengetikkannya seperti ini (ip add (ip addressnya) (subnetmasknya)) lalu kita ketikkan perintah no shut supaya interface yang kita atur aktif (dilihat dari topologi diatas dapat kita simpulkan bahwa kita akan mengkonfigurasi 2 interface, contoh dibawah ini)
Konfigurasi Routing (secara default)

Selesai mengatur ip addressnya, kita akan lanjut dengan konfigurasi routing, dimana ini bertujuan supaya router bisa saling terhubung. dan kita akan konfigurasi routing default yang juga memiliki tujuan untuk menghubungkan router ke semua tujuan. Dengan menuliskan ip route (network kita gunakan default yaitu 0.0.0.0) (netmask juga gunakan default yaitu 0.0.0.0) (gateway)


Konfigurasi Static NAT (untuk PC0)
1. Selanjutnya adalah pengaturan static NAT dimana ini adalah pengaturan pokok yang kita bahas
Keterangan :
• IP NAT berfungsi untuk konfigurasi NAT
• Inside berfungsi Untuk menerjemahkan IP yang berada pada Inside Network menjadi IP yang berada pada Outside Network
• Source adalah sumber atau IP address yang akan diterjemahkan
• Static adalah syntax yang digunakan utuk konfigurasi static NAT
• 11.11.11.2 adalah IP yang akan kita diterjemahkan (inside local)
• 12.12.12.3 adalah IP hasil dari penerjemahan (inside global)

2. Selanjutnya kita akan lakukan pengecekan dengan melakukan Ping dimana kita menggunakan IP yang sudah kita terjemahkan (hasil penerjemahan). Maka hasilnya reply yang menandakan kita telah berhasil, jika dibawah ini terdapat tanda request timed out itu karena kita baru pertama kali melakukan Ping, jadi tidak ada masalah.

3. Pengecekan selanjutnya adalah kita melakukan PING dengan menggunakan ip yang kita terjemahkan (sebelum kita terjemahkan) dan hasilnya adalah seperti gambar dibawah ini. tidak bisa? iya, memang tidak bisa, karena server tidak mengenali ip local.

4. Setelah melakukan pengecekkan selanjutnya kita akan melakukan verifikasi dengan mengetikkan perintah sh ip nat statistics

5. Verifikasi selanjutnya adalah dengan mengetikkan perintah sh ip translations
Keterangan :
•    Inside local merupakan address yang belum kita terjemahkan dan letaknya di inside network
•    Inside global adalah address hasil penerjemahan dari Inside local (address yang digunakan untuk terhubung dengan internet)
•    Outside local adalah address sebuah device yang berada dalam Outside Network
•    Outside global adalah address hasil penerjemahan dari Outside local (address yang digunakan untuk terhubung dengan internet)



Konfigurasi Static NAT (untuk PC1)

1. Ini merupakan konfigurasi lanjutan dari sebelumnya yak jadi disini IPnya sudah teratur dan Routingnya pun sudah diatur (menggunakan routing default). dan disini kita akan langsung mengkonfigurasi static NAT untuk PC1 ini, tuliskan perintahnya seperti gambar dibawah ini.
Keterangan :
•    ip nat  berfungsi untuk konfigurasi NAT
•    inside berfungsi Untuk menerjemahkan IP yang berada pada Inside Network menjadi IP yang berada pada Outside Network
•    source adalah sumber atau IP address yang akan diterjemahkan
•    static adalah syntax yang digunakan utuk konfigurasi static NAT
•    11.11.11.3 adalah IP yang akan kita diterjemahkan
•    12.12.12.4 adalah IP hasil dari penerjemahan
NB : disini kita tidak akan mengatur ulang ip nat inside atau outsidenya karena sudah diatur sebelumnya

2. Selanjutnya kita akan melakukan pengecekan pertama kali dengan melakukan PING dari server ke ip yang sudah kita terjemahkan (hasil penerjemahan).  maka hasilnya reply yang menandakan kita telah berhasil, jika dibawah ini terdapat tanda request timed out itu karena kita baru pertama kali melakukan PING jadi tidak ada masalah.

3. Pengecekan kedua, sama seperti sebelumnya yaitu menegPING dari server ke ip yang kita terjemahkan (sebelum kita terjemahkan) dan hasilnya adalah seperti gambar dibawah ini.

4. Setelah melakukan pengecekkan selanjutnya kita akan melakukan verifikasi dengan mengetikkan perintah sh ip nat statistics

5. Verifikasi selanjutnya adalah dengan mengetikkan perintah sh ip translations
Keterangan :
•    Inside local adalah address sebuah device yang berada dalam Inside Network
•    Inside global adalah address hasil penerjemahan dari Inside local (address yang digunakan untuk terhubung dengan internet)
•    Outside local adalah address sebuah device yang berada dalam Outside Network
•    Outside global adalah address hasil penerjemahan dari Outside local (address yang digunakan untuk terhubung dengan internet)


Nah, itulah Tutorial Cara Konfigurasi Static NAT di Cisco Packet Tracer. Gimana sobat semua, apakah sudah paham? Saya juga pusing mengerjakannya hehe... Terima kasih telah menyimak tutorialnya sampai selesai.

NAT

NAT



Pengertian NAT
Setiap kali sesorang berselancar di internet menggunakan komputer, sebetulnya komputer tersebut haruslah memiliki alamat IP yang telah terdaftar melalui ISP. Alamat IP yang diperuntukkan oleh publik (pengguna komputer) ini cukup terbatas, dan semakin hari jumlahnya pun semakin menipis.

Untuk itulah kemudian hadir sistem NAT untuk mengatasi masalah jumlah alamat IP yang semakin menipis ini. Tak hanya itu, NAT pun memiliki fungsi dan keunggulan lain yang membuatnya diperlukan banyak orang. Merasa asing dengan istilah NAT dan belum paham bagaimana cara kerjanya sehingga bisa menghemat alamat IP? Mari simak artikel berikut untuk memahami pengertian NAT, fungsi NAT, dan cara kerja NAT.

Fungsi dan Contoh Aplikasi

1. Layanan DHCP

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)  merupakan suatu sistem pengalamatan atau pendistribusian secara otomatis yang akan memberikan IP Address kepada Host/Komputer atau Client pada layanan TCP/IP yang meminta.

DHCP Server adalah komputer atau perangkat yang memberikan IP Address. Sementara itu, DHCP Client merupakan komputer atau perangkat yang meminta IP Address.

Fungsi DHCP
Fungsi utama dari DHCP ialah untuk mendistribusikan IP Address secara otomatis kepada setiap client yang terhubung ke dalam jaringan komputer.
•DHCP memberikan kemudahan untuk network administrator dalam mengelola suatu jaringan komputer, karena alokasi IP Address bisa ditentukan dengan otomatis dan dalam 1x kerja.
•DHCP Server selain bisa memberikan alamat IP Address secara dinamik, juga bisa memberikan IP Address secara statis untuk client yang terhubung ke dalam jaringan komputer.
•DHCP memberi kemudahan dalam proses komunikasi data antar komputer.

Aplikasi DHCP
1. Open DHCP Server
2. DHCP Server

2. Layanan DNS
DNS (Domain Name System) merupakan Distribute Database System yang digunakan dalam pencarian nama komputer (name resolution) pada rangkaian yang menggunakan TCP/IP. DNS merupakan suatu aplikasi service yang biasa digunakan dalam internet seperti halnya web broser atau e-mail (surat elektronik) yang menerjemahkan suatu domain ke IP Address.

Fungsi DNS
Menerjemahkan hostname (nama-nama host) menjadi IP Address, begitupun sebaliknya, sehingga nama tersebut mudah untuk diingat oleh pengguna internet.
Memberikan suatu informasi mengenai suatu host ke seluruh jaringan internet.
Aplikasi DNS
DNS Changer
DNS Jumper

3. Layanan Mail
Mail (Surat Elektronik) merupakan suatu bentuk dalam pendistribusian file atau dokumen melalui teknologi jaringan internet.

Fungsi Mail
Bertukar data, informasi atau file-file kepada satu atau lebih penerima.
Mengirim dokumentasi berupa file, musik, video dan bentuk dokumen yang lainnya.
Aplikasi Mail
Google Mail
Yahoo Mail


Kelebihan dan Kelemahan NAT (Network Address Translation)

Sebuah sistem tentunya akan memiliki kelebihan dan kelemahan, sehingga dengan memahami kelebihan dan kelemahan dan sistem tersebut kita bisa tahu kenapa kita harus menggunakan atau tidak menggunakannya, Berikut adalah kelebihan dan kelemahan menggunakan NAT pada jaringan:


Kelebihan dari NAT (Network Address Translation)

Dengan adanya NAT dapat mengurangi adanya duplikasi IP address pada jaringan atau biasanya dikenal dengan conflict IP Address

Dengan adanya NAT akan menghindari pengalamatan ulang pada saat jaringan tersebut berubah.

Dapat menghemat IP Legal yang diberikan oleh ISP (Internet Service Provider)

Dapat meningkatkan fleksibelitas untuk koneksi jaringan internet.

Kelemahan dari NAT (Network Address Translation)

NAT dapat menyebabkan keterlambatan proses, ini disebabkan karena data yang dikirim harus melalui perangkat NAT terlebih dahulu.

NAT dapat menyebabkan beberapa aplikasi yang tidak bisa berjalan dengan normal

Dengan adanya NAT dapat menghilangkan kemampuan untuk melacak data karena data tersebut akan melewati firewall.


Cara Kerja NAT (Network Address Translation) pada Jaringan Komputer


NAT mempunyai fungsi yaitu sebagai translasi sebuah IP address, sehingga dengan adanya NAT ini IP address private dapat dengan mudah mengakses alamat IP public. Berikut adalah cara kerja dari NAT:

Didalam IP address terdapat sebuah bagian yang mana di dalam IP tersebut terdapat informasi-informasi berupa alamat asal, alamat tujuan, TTL, dll. Bagian ini disebut dengan header.

Sebagai contoh adalah sebuah komputer client dengan IP 192.168.1.2 akan mengakses atau melakukan request ke alamat www.google.co.id dengan IP 216.239.61.104, maka proses yang akan terjadi adalah sebagai berikut :

Pada header, informasi yang tersimpan antara lain alamat asal > 192.168.1.2

Sehingga ketika paket telah sampai pada router (gateway dari client), maka isi dari header akan dirubah menjadi : alamat asal > 192.168.1.1

Sebelum paket keluar (menuju internet), maka header tersebut akan kembali berubah menjadi, alamat asal > 200.100.50.2, demikian seterusnya.

Proses di atas merupakan mekanisme dari SNAT (source NAT), dimana IP asal (komputer client) akan dirubah disesuaikan dengan IP ketika paket telah berpindah. Ketika server google melakukan response / balasan, maka akan terjadi DNAT (destination NAT), dimana IP tujuan akan berubah disesuaikan dengan tujuan paket (komputer client). Prosesnya adalah sebagai berikut :

Pada header, ketika paket telah sampai pada Router, informasi IP tujuan >200.100.50.20

Ketika paket berada pada gateway, IP tujuan >192.168.1.1

Di sini header akan kembali mengalami perubahan, IP tujuan > 192.168.1.2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar